Wednesday, December 11, 2013

Puting Beliung di Denpasar Akibat Pemanasan Suhu?

Oleh: Agung Bawantara (dari berbagai sumber)

Puting Beliung di Kawasan Denpasar Selatan. Foto: Gusti Ngurah Dibia
Hari dengan tanggal unik 11-12-13 pada pukul 14.00 Wita rupanya menjadi pertanda buruk bagi sebagian warga Kota Denpasar. Pada saat tersebut sebuah pusaran angin kencang alias puting beliung menerjang sejumlah lokasi. Pusaran angin tersebut bergerak dari kawasan Kuta menuju arah timur melintasi Desa Glogor Carik dan Sesetan. 

Selengkapnya Read more...

Tuesday, October 1, 2013

KTT APEC, Bandara Ngurah Rai Buka-Tutup

Dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi  (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang berlangsung pada 1-8 Oktober 2013, ada perbedaan yang luar biasa terjadi di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali.  Untuk mempersiapkan kedatangan sejumlah kepala negara, Bandar udara  internasional tersebut menetapkan jadwal penutupan dari penerbangan komersial.

Selengkapnya Read more...

Friday, May 3, 2013

"Musyawarah Barong" di Pucak Padang Dawa

Oleh: Agung Bawantara dan Maria Ekaristi



Hari itu, Rabu, 1 Mei 2012, berbagai jenis barong sakral  dari berbagai penjuru Bali berkumpul di sebuah pura yang terletak di sebuah lembah beberapa kilometer di selatan  kawasan wisata Bedugul.  Jumlah barong yang berkumpul itu tak hanya belasan, melainkan lebih  dari 150 barong.  Maka jadilah hari itu semacam reuni sekaligus musyawarah para barong untuk merembuk sesuatu yang penting.

Selengkapnya Read more...

Monday, March 5, 2012

Sate Gurita, ‘Menendang’ Bumbu di Rongga Mulut










Oleh: Maria Ekaristi & Agung Bawantara


Bagi para pecinta ‘wisata lidah’ sajian sate dari daging sapi, kambing, ayam, bebek, babi, kelinci, atau ikan tentu sesuatu yang biasa. Tapi sate gurita, mungkin merupakan sesuatu yang istimewa. Ya, di Bali, sate gurita memang tergolong istimewa. Selain karena rasanya, tentu karena ketersediaan bahan bakunya yang langka.

Di seantero Bali, tak banyak ditemui warung atau rumah makan yang menyediakan sate gurita. Satu di antara yang sedikit itu adalah Warung Mek ‘D’ yang terletak di jalan raya antara Kota Karangasem dan Pantai Tulamben. Persisnya di Dusun Labasari, Desa Abang, Karangasem, Bali. Di warung itu, tidak hanya sate yang tersedia melainkan juga rawon gurita. Dan, penganan ini sudah disajikan oleh Ni Made Ririp, sang pemilik warung, sejak lebih dari sepuluh tahun.

Sepintas sate gurita yang disajikan tampak seperti sate ikan biasa. Bentuk dan ukurannya nyaris tak ada bedanya. Tapi, begitu anda mencobanya, anda akan mendapatkan sensasi rasa yang sangat berbeda. Dalam baluran bumbu rempah-rempah,rasa daging gurita menyerupai daging cumi-cumi terasa begitu nikmat. Di dalam mulut, kekenyalan daging gurita yang khas seolah menendang bumbu yang lezat itu ke kiri-ke kanan sehingga seluruh rongga mulut dapat merasakannya.

Sepintas, tampilan dan rasa bumbu sate gurita Made Ririp persis dengan bumbu Sate Padang. Bumbu itu berbasis tepung dan aneka rempah yang selain terasa gurih juga ‘membunuh’ rasa amis pada gurita.

Sementara untuk rawon gurita, cara memasak dan bumbunya serupa dengan rawon daging sapi yang banyak di jual di mana-mana.

Untuk keperluan membuat sate dan rawon gurita, setiap harinya Ririp membeli lima hingga delapan gurita segar berukuran sedang atau besar. Masing-masing gurita beratnya sekitar 2 kilogram hingga 3 kilogram.

"Jadi, setiap hari diperlukan sekitar 30 kilogramlah,"ujar Ririp.

Gurita-gurita tersebut, menurut Ririp, merupakan hasil tangkapan nelayan di wilayah Karangasem dan Buleleng.

Untuk membuat sate gurita, mula-mula daging gurita segar direbus hingga matang. Setelah didinginkan daging itu dipotong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi bambu. Setiap tusuk terdiri dari empat potong daging gurita. Setelah itu, barulah daging tersebut dipanggangdi atas bara api.

Oleh Ririp satu porsi sate (juga rawon) gurita ‘dibandrol’ seharga Rp 15 ribu. Itu sudah termasuk nasi putih dan tambahan pepes ikan.

O, iya, letak Warung ‘D’ milik Rirp ini sekitar 94 kilometer dari Kuta. Jauh? Mungkin saja, jika anda hanya mencari sate itu dari Kuta. Tetapi jika anda menyatukannya dengan program kunjungan ke pantai Tulamben, maka itu akan sekali jalan.

Bagaimana jika anda tak punya rencana ke Tulamben, tetapi menginginkan sate gurita? Tenang! Anda dapat memperolehnya di sebuah gerai di Pasar Bulan, Batubulan, Gianyar. Sekitar 14 kilometer dari Kuta. Letaknya persis di sebelah timur Sahadewa Barong Dance, wahana yang menampilkan tari kecak dan barong secara regular setiap hari. Jadi, anda dapat menikmati sate gurita sebelum menonon barong.

Jika pertunjukan mulai pukul 09.30, datanglah ke Batubulan pukul 08.00 untuk sarapan dengan lauk sate gurita. Untuk satu porsi terdiri dari delapan tusuk sate gurita, anda cukup merogoh kocek sebesar Rp5 ribu. ***

Selengkapnya Read more...

Saturday, October 15, 2011

'Basa Gede' sebagai Inti Bumbu dalam Kuliner Bali

Oleh: Ketut Gogonk Pramana

Budaya Bali berorientasi pada konsep gaya hidup yang berlandaskan pada teori keseimbangan. Segala tata laku kehidupan didasari oleh konsep tersebut, termasuk dalam bidang kuliner. Dalam kuliner Bali, kita mengenal istilah basa genep atau basa gede yang merupakan bumbu inti (mother souce) yang didasari oleh konsep kesetimbangan kosmos yang diistilahkan dengan catus pata alias pempatan agung.

Dalam konteks keruangan, catus pata atau pempatan agung diwujudkan dalam bentuk perempatan utama yang menjadi pusat orientasi setiap desa atau kota. Pusat catus pata merupakan titik nol dari bentangan sebuah wilayah.

Dalam pusaka kuliner Bali, catus pata terwujud dalam penentuan empat unsur utama dari basa gede alias bumbu inti (mother sauce) tadi. Keempat unsur utama tersebut adalah isen (laos), kunyit (kunir), jae (jahe), dan cekuh (kencur). Keempat bahan inilah yang menjadi ‘guru’ atau pokok dalam pembentukan basa gede. Selanjutnya, keempat unsur utama tersebut dilengapi dengan tiga unsur tambahan, dua unsur laut, dan satu unsur pengunci.

Jika dikaitkan dengan kosmologi, Isen (lengkuas) mewakili arah selatan karena berwarna merah. Dia adalah representasi Dewa Brahma. Kunyit (kunir) mewakili arah barat yang merupakan representasi dari Dewa Mahadewa. Jahe (hitam) mewakili arah utara merupakan representasi dari Dewa Wisnu. Cekuh (kencur) yang berwarna putih mewakili arah timur dan merupakan representasi dari Dewa Iswara.

Di dalam memadukan ke-empat unsur utama ini, para teta tidak menggunakan skala timbangan unutk mengetahui besaran jumlah masing-masing, melainkan dengan jari tangan. Ada pun pembagiannya sebagai berikut: jari tengah untuk isen (lengkuas), telunjuk untuk kunyit (kunir), jari manis untuk jahe, dan kelingking untuk cekuh (kencur).

Setelah mendapat jumlah dari gabungan ke-empat unsur di atas, setengah dari jumlah gabungan bahan-bahan tersebut merupakan besaran jumlah bawang merah. Setengah dari besaran bawang merah adalah besaran bawang putih yang diperlukan.

Selanjutnya, setengah dari besaran bawang putih merupakan jumlah besaran cabai. Setengah besaran cabai, merupakan jumlah besaran rempah-rempah.

Delapan unsur di atas merupakan perwakilan dari gunung, sedangkan garam dan terasi merupakan perwakilan dari laut. Sehingga ke-sepuluh unsure gabungan tersebut melambangkan pertemuan antara gunung dan laut, maskulin dan feminine.

Dalam kaitan menggabungkan ke-sepuluh unsur di atas, Belawa (juru masak) ‘meniupkan roh’ pada basa gede tersebut agar memunculkan cita rasa yang sempurna. Ini merupakan keahlian dalam seni kulinari yang menjadikan masakan terasa enak dan menyehatkan. Para tetua di Bali sangat yakin apabila seorang Belawa berhasil meramu ke-sepuluh unsur bumbu dengan sempurna maka dia akan melebur sebagai sebuah kekuatan yang berporos di tengah, yakni kekuatan Dewa Siwa. Kekuatan Siwa menjamin sanitasi dan menghindarkan makanan dari kontaminasi segala bentuk penyakit.

Dengan takaran di atas, maka bisa diduga bahwa rasa dari basa gede cenderung pedas (spicy). Kemungkinan hal ini sangat dipengaruhi oleh keyakinan Siwa-Buddha yang berorientasi pada Dewa Bairawa yang panas (spicy). Dari cerita ini kemudian kita mengenal sebutan Belawa untuk juru masak, yang belakangan berkembang menjadi Be Lawar. Lalu terjadi salah kaprah, Lawar menjadi sebutan untuk jenis makanannya, bukan pengolahnya.

Selengkapnya Read more...

Saturday, October 1, 2011

Film "Lampion-lampion" Juara Festival Film Kearifan Budaya Lokal

Oleh : Agung Bawantara

Setelah berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi di ajang Festival Film Dokumenter Bali (FFDB) 2011 di Denpasar, bulan Juli lalu, film “Lampion-lampion” karya Dwitra J. Ariana kembali dinobatkan sebagai film terbaik dalam Festival Film Kearifan Budaya Lokal yang diselenggarakan oleh Kementrian Budaya dan Pariwisata RI, menyisihkan 106 film dari berbagai daerah.

Penobatan juara dan penyerahan hadiah diselenggarakan di Gedung Film, Jakarta Timur, Jumat, 30 September 2011. Selain “Lampion-lampion”, film peserta asal Bali lainnya yang berjudul “Baris Cina” juga dinobatkan sebagai juara. Film produksi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Denpasar karya Gde Mantrayasa itu keluar sebagai juara ke-2.

Menyusul sebagai juara ke-tiga dan seterusnya adalah “Wayang Kampung Sebelah” (Surakarta), “Bidadari Turun Bumi” (Andy Prasetyo, Tegal), “Menjejok Smong” (Onny Kresnawan, Onny Kresnawan, Medan) dan”Lengeser Santi” (Bowo Leksono, Purbalingga). Satu film lain yang mendapatkan penghargaan khusus dewan juri adalah film “Pepadu” karya Kepala Bapedda NTB.

Selengkapnya Read more...

Friday, September 30, 2011

Pantai Geger yang Memesona

Oleh: Maria Ekaristi

Pantai Geger merupakan salah satu pesona Bali yang membuat banyak pelancong ingin mengunjungi pulau nan permai ini. Tidak seperti pantai lain yang padat dan ramai, Pantai Geger teramat tenang. Pasir pantainya yang putih bersih yang terbentang hingga beratus-ratus meter panjangnya tampak seperti hamparan permadani yang ramah menyambut pelancong yang ingin berbaring dan berjemur di atasnya. Hal ini karena di seputar kawasan tersebut tidak dipadati toko kerajinan, rumah makan, café, apalagi diskotik yang ingar bingar seperti yang terlihat di beberapa pantai terkenal macam Kuta, Legian dan Seminyak.

Penyebab lain adalah karena letak pantai ini tersembunyi dan jauh dari jalur umum. Keheningan dan keindahan lekuk-lekuk karang di bibir pantai yang berombak tenang itu membuat suasana menjadi begitu romantis. Tak heran jika Pantai Geger menjadi salah satu tempat favorit bagi pasangan yang baru untuk menikmati masa bulan madu mereka. Biasanya, pasangan-pasangan pengantin baru tersebut sangat gemar berbaring bersama di hamparan pasir yang butirannya besar-besar macam butiran merica.

Selain berjemur, kegiatan wisata yang dapat dilakukan di pantai ini adalah berenang dan memancing. Terutama jika air pantai sedang surut. Batu-batu karang yang menyuat tampak seperti titian yang sengaja disediakan untuk masuk ke dalam dan menikmati pemandangan bawah air yang memesona. Baik pagi atau sore hari air pantai ini terasa hangat. Hal mana membuat banyak pelancong betah mandi berlama-lama di situ.

Satu hal lain yang banyak menarik turis ke pantai ini adalah terdapatnya wisata mengendarai unta mengelilingi pantai.

Lokasi
Pantai Geger terletak di sisi selatan Pulau Bali, tepatnya di desa adat Peminge, Sawangan. Tak begitu sulit untuk pantai ini. Dari Kuta, ikutilah jalan yang menuju ke Nusa Dua. Di traffic light terakhir sebelum gerbang menuju Kawasan Pariwisata Nusa Dua yakni kompleks ekslusif milik Bali Tourism Development Corporation (BTDC) berbeloklah ke kanan. Jika anda menemukan penunjuk arah jalan bertuliskan "Pantai Geger", jangan ikuti. Lewati saja. Akses tersebut memang bisa membawa Anda ke pantai tujuan, tetapi jalan itu masih belum baik kualitasnya. Sepanjang jalan penuh lubang dan onggokan baru karang sehingga jalanan jadi penuh gerunjal. Jadi, ikuti saja jalan utama hingga Anda menemukan Hotel Nikko. Sekitar 500 meter dari hotel tersebut terdapat jembatan kecil. Nah, berbeloklah ke kiri sebelum jembatan tersebut. Hanya sekitar 200 meter dari situ Anda sudah menjumpai pantai yang indah tersebut.

Fasilitas
Sebagian wilayah Pantai Geger merupakan pantai esklusif milik Hotel Nikko Bali. Jadi fasilitas-fasilitas yang terdapat di situ hanyalah diperuntukkan bagi tamu hotel tersebut. Pelancong yang bukan tamu Hotel Nikko yang berenang di pantai itu harus bersiap untuk tidak membilas tubuh sebab sarana itu tak terdapat untuk umum.

Incaran Investor
Keindahan pantainya yang memesona membuat kawasan ini menjadi incaran para investor dari berbagai negara. Para pemilik uang itu berlomba-lomba berupaya menguasai kawasan tersebut dengan berbagai cara. Setelah menguasainya, mereka kemudian membangun fasilitas ekslusif bagi pelancong kelas atas. Namun, dalam pengembangannya, tak semua investor tersebut mematuhi aturan yang berlaku. Banyak di antara mereka yang melanggar aturan Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah yang ditetapkan oleh Pemerintah Bali.

Salah satu contohnya adalah recana pembangunan Hotel Mulia yang menghancurkan beberapa bukit kapur. Yang menarik, pemilik uang dari proyek yang ditengarai menabrak aturan perlindungan terhadap lingkungan hidup di kawasan itu, adalah Djoko Soegiarto Tjandra yang merupakan buronan yang terait dalam penggelapan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia sebesar Rp546 Milyar.

Selengkapnya Read more...

Hotel di Kuta

Apartemen & Kondotel
Benit Apartement
Umalas Residence

Hotel Bintang Lima
Hard Rock Hotel
Patra Resort & Villas Bali

Hotel Bintang Empat
Kuta Beach Club Hotel
Inna Kuta Beach Hotel
Mercure Kuta Hotel
Novus Bali Villa
Kuta Seaview Cottages
Ramayana Resort & Spa
The Rani Hotel & Spa
Wina Holiday Villa Kuta

Hotel Bintang Tiga
Adi Dharma Hotel
Aneka Kuta Wisata
Bali Garden Beach Resort
Harris Resort Kuta
The Bounty Hotel
Yulia Beach Inn Kuta
Melasti Beach Resort & Spa
Puri Damai Cottage

Hotel Bintang Dua
Bali Anggrek
The Losari Kuta Bali
Yulia Beach Inn

Melati Tiga
Bakung Sari Hotel
Bali Summer Hotel
Indah Beach Inn
Karthi Hotel Kuta
Maharani Hotel

Melati Dua
Kodja Beach Inn Hotel
Masa Inn
Orchid Garden Cottages
La Walon Bungalows
Puri Naga Seaside
Surya Beach Inn
Lili Garden Cottages

Hotel di TUBAN (SELATAN KUTA)

Bintang Lima
Discovery Kartika Plaza Hotel
Kuta Paradiso Hotel Bali

Bintang Empat
Bali Dynasty
Kupukupu Barong Beach Resort
Ramada Bintang Resort
Santika Beach Hotel

Bintang Tiga
Bali Garden
Febri's Hotel & Spa
Green Garden Beach Resort & Spa
Palm Beach Int'l Hotel & Resort
Rama Beach Resort & Villas
Risata Resort
The Vira Bali Hotel

Hotel di Jimbaran

Bintang lima & Empat
Blue Point Bay Villas
Taman Sari Villa & Spa
Jamahal Private Resort & Spa
The Ahimsa Beach
The Balangan Private Villas
Gending Kedis Luxury Villa
Pat-Mase Villas
The Beverly Hills Bali

Bintang Tiga
Jimbaran Puri Bali
Keraton Jimbaran Resort Bali
Hotel Puri Bambu
Mimpi Resort Jimbaran
Nirmala Hotel & Resort
Sari Segara Resort
Udayana Eco-Lodge
Uluwatu Resort
Villa Puri Royan

Hotel di TANJUNG BENOA

Bintang Lima
Aston Bali & Spa
Bali Tropic
Conrad Bali Resort & Spa
Grand Mirage
Matahari Terbit Bali
Melia Benoa Bali
Novotel Benoa Bali
Paninsula Beach Resort
Puri Benoa
Puri Tanjung
Ramada Resort Benoa

Hotel di SEMINYAK

Bintang Lima
Anantara Resort
Sentosa Private Villas & Spa
Sofitel Hotel
The Elysian Bali Villas Resort
The Oberoi Bali Hotel
The Kayana Villas
The Chez Bali Villa

Bintang Empat
Mutiara Bali Boutique Resort & Villa
Villa Lalu
The Bali Dream Villa Seminyak
The Villas Bali Hotel & Spa
Intan Bali Village
Maya Loka Villas
Puri Saron
The Samaya
Wana Villas & Beach Resort

Bintang Tiga
Bali Agung Village
Bali Mistique
Bali Rich Luxury Villa (ex Villa Kendil)
Pelangi Bali Hotel
Puri Madawi
Putu Bali Villa & Spa
Seminyak Suites
Taman Rosani Hotel
The Umalas Resort
Taman Ayu Cottage
Vila Lumbung Hotel

Bintang Dua
Puri Dewa Bharata Hotel & Villas

Melati Tiga dan Dua
Ananda Boutique Resort & Spa
Sarinande Beach Inn
Seminyak Paradiso
Wisma Bima
Wisma Bima Cottage

Hotel di Canggu

Bintang Empat
Tugu Hotel
Legong Keraton
Villa Fare Ti'i

Hotel di Sanur

Hotel Bintang Lima
Bali Hyatt
Inna Grand Bali Beach
Sanur Beach Hotel

Hotel Bintang Empat & Tiga
Diwangkara
Gazebo Cottage
Griya Santrian
Inna Natour Sindhu
Mentari Sanur
Parigata Resort & Villas Group
Puri Dalem
Puri Santrian
Mercure Resort Sanur Bali
Sanur Paradise Plaza Suites
Sanur Paradise Plaza Hotel
Sativa Sanur
Segara Village Hotel
Tanjung Sari

Hotel di Nusa Dua

Hotel Bintang Lima
Amanusa
Ayodya Resort & Spa
Bali inter Continental
Bali Cliff Resort
Bvlgari
Four Season Resort
Grand Hyatt Bali
Melia Bali Sol
Nikko Bali
Nusa Dua Beach Hotel
Inna Putri Bali Hotel
The Laguna
The Ayana
The Westin

Hotel Bintang Empat & Tiga
Bale Bali
Bali Desa Suites
Goodway Hotels & Resort
Bualu Hotel
Century Benoa Resort
Club Med
Sari Segara Resort
Sonni Puteri Galeria Bali
Swiss Bell
Vila Bintang
Vila Sekar Nusa

Hotel di LEGIAN

Bintang Lima
Padma Hotel Bali

Bintang Empat
Alam Kul Kul Boutique Resort
Jayakarta Beach Resort & Spa

Bintang Tiga
Adi Dharma Cottages
All Seasons Resort Legian
Bali Niksoma
Bali Mandira
Casa Padma Suites
Grand Istana Rama Hotel
Hotel Club Bali Residence
Kumala Pantai
Kuta Lagoon Resort
Legian Beach Hotel
The Lokha Legian
Rama Garden Hotel
White Rose Hotel

Bintang Dua
Bali Sorgawi Hotel
Barong Kuta Hotel
Champlung Mas Hotel
Dewi Sri Cottages
Legian Paradiso Hotel
Samsara Hotel & Spa
Puri Raja Beach Hotel
Saphir Mabisa Inn

Hotel Bintang Satu
Sayang Maha Mertha Hotel

Melati Tiga
Bali Sorgawi Hotel
Legian Express Hotel
Restu Bali Hotel
Kuta Bungalows
Loji Garden Hotel
Matahari Bungalow
Puri Etnik Hotel
Puri Wisata Bungalows
Vilarisi Hotel
Adika Sari Bungalows
Baleka Beach Resort
Suriwathi Beach Hotel
Sinar Bali
Bruna Beach Hotel
Kumala Hotel
Kusnadi Hotel
Legian Vilage Hotel
Sing Ken Ken Hotel
Sri Kusuma Hotel

Melati Dua
Bamboo Bed & Breakfast
Aquarius Star Hotel
Sinar Bali

Hotel di Ubud

Hotel Bintang Lima
Amandari
Four Season Resort Sayan
Kamandalu Resort & Spa
Maya Ubud Resort
Puri Wulandari

Hotel Bintang Empat & Tiga
Arma Resort
Begawan Girl Astate
Cahaya Dewata Resort
Camplung Sari
Ibah Luxury Villas
Komaneka
Lorin Vila Resort Saba Bai
Natura Resort & Spa
Pertiwi Bungalow
Pita Maha Hotel
Royal Pitamaha
The Chedi
Tjampuhan Hotel

Hotel Bintang Dua
Garden View Cottage Hotel
Puri Dalem Cottages Hotel

Melati Tiga
Ulun Carik
Warsa
Yulia

Hotel di Singaraja

Hotel Bintang Lima
Matahari Beach Resort

Hotel Bintang Empat & Tiga
Aneka Bagus Resort & Spa
Damai Hotel
Mimpi Resort
Melka Excelsior Hotel

Hotel di CANDIDASA & TULAMBEN

Alila Manggis
Puri Bagus Candidasa Hotel Bali
Rama Candidasa Resort & Spa
The Nirwana Resort & Spa
Alam Asmara Dive Resort
Amankila Resort
Candi Beach Cottage Hotel Bali
Water Garden Cottages Hotel
Kubu Bali Resort
Hotel Indra Udhyana
Park Resort Candidasa
Kelapa Mas Homestay
Pondok Bambu Bungalow Candidasa
Puri Pudak Bungalow
Mimpi Resort Tulamben hotel Bali