Tuesday, October 5, 2010

Joged, Tango Khas Bali dengan Banyak Ragam

Oleh: Agung Bawantara

Dibandingkan dengan Tari Legong dan Kecak, Joged kalah pamor dalam brosur-brosur pariwisata Bali. Tapi di Bali, tari ini termasuk tari yang populer. Tari ini merupakan tari pergaulan yang memiliki pola gerak lincah, dinamis dan bebas. Yang dimaksud bebas di sini adalah bahwa gerak-gerak dalam tarian tersebut tidak terikat oleh pakem dan komposisi yang ketat. Penari dapat melakukan banyak improvisasi, terutama saat meladeni partisipasi penonton (laki-laki) yang turut menari dengannya. Tari ini biasanya dipentaskan untuk suasana sukacita pada musim panen dan hari-hari besar.

Dasar gerak tari ini adalah gerakan tari Legong dan Kekebyaran. Ada banyak macam tari Joged di Bali, yaitu Joged Bumbung, Joged Pingitan, Joged Gebyog, Joged Gadrung, Joged Leko, dan Joged Dadua. Kecuali Joged Pingitan, semua pertunjukan Joged selalu ditarikan secara berpasangan. Biasanya setelah menarikan tarian pembuka, penari akan nyawat (memilih) penonton laki-laki untuk turut menari (ngibing) bersamanya. Bagian tersebut dinamakan paibing-ibingan. Ditilik dari penampilannya yang berpasangan, sepintas tari Joged dapat disejajarkan dengan Dansa di Eropa atau Tango dan Salsa di Amerika Latin.

Joged Bumbung
Jenis ini adalah yang paling populer di Bali. Musik pengiringnya adalah gamelan tingklik bambu berlaras slendro yang disebut Gamelan Gegrantangan. Tarian ini muncul pada tahun 1946 di Bali Utara lalu menyebar hampir ke semua desa di Bali.

Ketika acara televisi semakin marak dengan program hiburan, kepopuleran tari Joged pun merosot. Apalagi saat hiburan musik pop Bali semakin menyuat, banyak kelompok Joged Bumbung berguguran karena tak memiliki kesempatan berpentas. Dalam kondisi seperti itu ada kelompok Joged yang mengambil jalan mudah untuk merebut kembali pamornya yakni dengan menampilkan goyangan erotik saat menari. Namun, cara kontroversial itu tak bertahan lama. Masyarakat menghujatnya sebagai joged porno. Sementara, di panggung-panggung musik pop, grup-grup sexy dancer tampil hampir setiap pekan terutama di kawasan Denpasar dan Kuta dengan penampilan yang lebih vulgar dan lebih erotis.

Kini Joged Bumbung kembali ke gaya pementasannya semula yang tak terlalu vulgar. Untuk bertahan hidup, mereka pentas secara berkala di hotel-hotel di Kawasan Sanur, Kuta, Nusa Dua dan Ubud.

Joged Pingitan
Joged ini diduga muncul di Bali sekitar tahun 1884. Semula merupakan tarian hiburan bagi raja, dan konon penari-penarinya adalah para selir.

Dinamakan Joged Pingitan karena di dalam pementasan tarian ini ada hal-hal pingit (tabu) yaitu pengibing (penari laki-laki) hanya diperbolehkan menari mengimbangi gerakan penari Joged. Dia sama sekali tidak diperbolehkan menyentuh bagian tubuh mana pun dari si penari Joged. Jika dilanggar, diyakini akan menyebabkan hal-hal yang mencelakkan penari atau pengibing itu sendiri.

Berbeda dengan Joged Bumbung, dalam pementasannya Joged Pingitan membawakan suatu lakon dengan iringan gamelan tingklik bambu berlaras Pelog (lima nada). Gamelan tersebut terdiri dari sepasan rindik besar (pangugal), sepasang rindik barangan berbilah 14 atau 15, sepasang Jegogan, sebuah kemplung, sebuah kajar, sebuah kemodong, satu atau dua buah seruling serta sebuah kendang kekrumpungan.

Kecuali pada kendang dan seruling, untuk memainkan instrument di atas, penabuh mempergunakan dua buah panggul (alat pukul) dengan teknik kakilitan atau kotekan. Tabuh-tabuh yang biasa dimainkan meliputi: Bapang Gede, Condong, Legong, Pacalonarangan dan Gandrangan. Di antara semua tabuh itu, Gandranganlah yang paling meriah karena bisa ditarikan secara bebas dan improvisasi. Tabuh-tabuh lain cenderung formal seperti yang terdapat dalam Legong Kraton.

Lakon yang biasa dibawakan dalam pementasan Joged Pingitan adalah kisah Prabu Lasem dan Calonarang.

Saat ini penari Joged Pingitan sulit di temukan. Beberapa yang masih aktif dapat dijumpai di Gianyar, Badung dan Denpasar. Maestro Joged Pingitan adalah Ni Ketut Cenik. Sayang, Sang Maestro keburu meninggal dunia sebelum ada generasi baru yang benar-benar bisa mengambil alih kepiawaiannya.

Joged Gebyog
Jenis tari joged yang diiringi dengan bumbung gebyog yang ritmis berlaras Slendro, jenis joged ini hanya terdapat didaerah Bali bagian barat yaitu di kabupaten Jembrana. Tari Joged Gebyog ini menggambarkan ibu-ibu rumah tangga yang menumbuk padi dengan riang-gembira. Masing-masing penari membawa sebatang bambu yang menggambarkan sebagai alu untuk menumbuk padi. Bambu-bambu tersebut diketukkn pada lesung kayu sehingga menghasilkan irama ritmis dan indah untuk mengiringi tarian Joged yang kemudian melibatkan penonton (laki-laki) untuk menari berpasangan dengannya (ngibing).

Saat ini sangat terbatas grup tari yang bisa mementaskan Joged Gebyog ini. Satu dari yang sedikit tersebut adalah Sanggar Tari Werdhi Sentana, Jembrana, asuhan Gusti Ketut Sudana.

Joged Gandrung
Kalau joged jenis lain ditarikan oleh perempuan, Joged Gandrung ditarikan oleh laki-laki yang berhias dan berpakaian perempuan. Joged Gandrung diiringi seperangkat Gamelan Tingklik berlaras pelog yang terbuat dari bambu. Saat ini grup Joged Gandrung sangat jarang ditemui. Hanya di beberapa desa di Gianyar, Badung dan Denpasar masih tersisa beberapa sekaa (grup) Joged Gandrung. Itu pun semua penarinya perempuan, bukan laki-laki seperti pakem aslinya.

Joged Leko
Jenis joged ini nyaris sama langkanya dengan Joged Pingitan. Joged yang diduga muncul pada tahun 1930-an itu kini hanya terdapat di tiga desa yakni Desa Sibang Gede (Badung), Desa Tunjuk (Tabanan) dan Desa Pedem (Jembrana).

Joged jenis ini menampilkan gerak tarian menyerupai gerak tari Legong Keraton sebagai pembuka, lalu dilanjutkan dengan gerak bebas saat bagian pengibing-ibingan.

Dalam sebuah pementasan, penampilan Joged Leko diawali dengan Condong yang dibawakan oleh seorang penari dengan gerak-gerak abstrak, lalu dilanjutkan dengan Kupu-kupu Tarum yang dibawakan oleh sepasang penari untuk menggambarkan kemesraan sepasang kupu-kupu yang bercengkerama di sebuah taman bunga.

Usai Kupu-kupu Tarum, penampilan dilanjutkan dengan Onte yang juga dibawakan secara berpasangan. Bagian ini mengisahkan sepasang muda-mudi sedang asyik memadu kasih. Disusul kemudian dengan Goak Manjus yang menggambarkan sepasang burung gagak sedang mandi dengan riang di sebuah telaga.

Terakhir, tampillah Joged yang dibawakan beberapa penari yang tampil secara bergiliran. Setiap penari, menunjuk (nyawat) seorang laki-laki dari kerumunan penonton yang diajaknya sebagai pasangan menari dalam beberapa putaran. Setiap penari Joged biasanya melakukan tiga sampai lima putaran paibig-ibingan, sebelum digantikan oleh penari Joged yang lain.

Yang menarik, pada saat tertentu Penari Joged tiba-tiba trance dan mengamuk. Biasanya hal tersebut terjadi jika Joged Leko menampilkan kisah Calonarang sebagai inti pertunjukannya. Trance umumnya terjadi saat adegan perkelahian ditampilkan.

Joged Dadua
Joged ini hanya terdapat di Banjar Suda Kanginan (Tabanan). Sering juga disebut Joged Duwe (‘e’ di belakang diucapkan seperti dalam kata ‘fase’). Tarian ini merupakan tarian ritual keagamaan di Pura-Pura yang terdapat di wilayah Banjar Suda Kanginan. Diperkirakan Joged ini lahir sebelum tahun 1920-an di Puri Kediri.

Mulanya, joged ini merupakan tarian hiburan biasa. Lama kelamaan, entah kapan mulainya, para Penari Joged ini seperti mendapat kekuatan supratural untuk menari dalam keadaan trance. Sejak saat itu, joged ini pun dinamakan dengan joged pingitan yang tidak boleh ditarikan di tempat-tempat yang dianggap tidak suci (leteh/cuntaka) dan hanya boleh ditarikan pada upacara-upacara tertentu.

Awalnya, Joged Dadua ini diiringi dengan seperangkat gamelan gong kebyar yang tak lengkap yang diistilahkan dengan Gong Sibak. Sekitar tahun 1940-an gong pengiring joged tersebut dilengkapi menjadi satu barung (set) gong.

Seperti namanya, penari Joged Dadua (dadua = dua) terdiri dari dua penari perempuan berusia kanak-kanak (belum menstruasi). Dua penari tersebut dipilih oleh warga dengan syarat mau belajar menari serta berparas elok. Begitu penari tersebut menstruasi, maka warga segera mencari penggantinya untuk dilatih dan diinisiasi secara spiritual.

Penari Joged Dadua mengenakan kostum Legong Keraton lengkap dengan kipasnya. Urutan penampilannya ada tiga palet (babak). Diawali dengan Palet Papeson-Lalegongan yang serupa dengan tarian awal Legong Keraton. Selanjutnya disusul dengan Palet Palayon yang juga mirip dengan gerakan Legong Keraton. Terakhir, Palet Ibing-ibingan menghadirkan satu atau dua pengibing yang telah ditentukan orangnya dan biasanya dari kalangan sutri. Tarian akan berakhir bila penabuh telah mendapat isyarat berhenti dari para sutri.

Kelompok Joged Dadua yang masih eksis saat ini antara lain Sekaa (grup) Joged Banjar Suda Kanginan, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Joged Bisama
Joged ini juga tergolong tarian hiburan yang mulai disakralkan. Tak banyak informasi mengenai tarian yang hanya terdapat di Desa Bongan Gede (Karangasem) ini.

Sumber:
-Joged, babadbali.com
-Selayang Pandang Seni Pertunjukan Bali, Prof. Dr. I Wayan Dibia
-Dari Parade Seni di Ksirarnawa --Kekhasan Daerah Perkaya Keragaman Budaya, Bali Post Senin Pon, 27 Desember 2004
-'Kerauhan' dalam Kesenian Bali, Masuknya 'Memedi' hingga Dewa, Kadek Suartaya Bali Post Minggu Wage, 17 April 2005

Tulisan terkait:
Grantangan, bumbung-bumbung Pengiring Ngibing
Joged-joged Bali

0 comments:

Hotel di Kuta

Apartemen & Kondotel
Benit Apartement
Umalas Residence

Hotel Bintang Lima
Hard Rock Hotel
Patra Resort & Villas Bali

Hotel Bintang Empat
Kuta Beach Club Hotel
Inna Kuta Beach Hotel
Mercure Kuta Hotel
Novus Bali Villa
Kuta Seaview Cottages
Ramayana Resort & Spa
The Rani Hotel & Spa
Wina Holiday Villa Kuta

Hotel Bintang Tiga
Adi Dharma Hotel
Aneka Kuta Wisata
Bali Garden Beach Resort
Harris Resort Kuta
The Bounty Hotel
Yulia Beach Inn Kuta
Melasti Beach Resort & Spa
Puri Damai Cottage

Hotel Bintang Dua
Bali Anggrek
The Losari Kuta Bali
Yulia Beach Inn

Melati Tiga
Bakung Sari Hotel
Bali Summer Hotel
Indah Beach Inn
Karthi Hotel Kuta
Maharani Hotel

Melati Dua
Kodja Beach Inn Hotel
Masa Inn
Orchid Garden Cottages
La Walon Bungalows
Puri Naga Seaside
Surya Beach Inn
Lili Garden Cottages

Hotel di TUBAN (SELATAN KUTA)

Bintang Lima
Discovery Kartika Plaza Hotel
Kuta Paradiso Hotel Bali

Bintang Empat
Bali Dynasty
Kupukupu Barong Beach Resort
Ramada Bintang Resort
Santika Beach Hotel

Bintang Tiga
Bali Garden
Febri's Hotel & Spa
Green Garden Beach Resort & Spa
Palm Beach Int'l Hotel & Resort
Rama Beach Resort & Villas
Risata Resort
The Vira Bali Hotel

Hotel di Jimbaran

Bintang lima & Empat
Blue Point Bay Villas
Taman Sari Villa & Spa
Jamahal Private Resort & Spa
The Ahimsa Beach
The Balangan Private Villas
Gending Kedis Luxury Villa
Pat-Mase Villas
The Beverly Hills Bali

Bintang Tiga
Jimbaran Puri Bali
Keraton Jimbaran Resort Bali
Hotel Puri Bambu
Mimpi Resort Jimbaran
Nirmala Hotel & Resort
Sari Segara Resort
Udayana Eco-Lodge
Uluwatu Resort
Villa Puri Royan

Hotel di TANJUNG BENOA

Bintang Lima
Aston Bali & Spa
Bali Tropic
Conrad Bali Resort & Spa
Grand Mirage
Matahari Terbit Bali
Melia Benoa Bali
Novotel Benoa Bali
Paninsula Beach Resort
Puri Benoa
Puri Tanjung
Ramada Resort Benoa

Hotel di SEMINYAK

Bintang Lima
Anantara Resort
Sentosa Private Villas & Spa
Sofitel Hotel
The Elysian Bali Villas Resort
The Oberoi Bali Hotel
The Kayana Villas
The Chez Bali Villa

Bintang Empat
Mutiara Bali Boutique Resort & Villa
Villa Lalu
The Bali Dream Villa Seminyak
The Villas Bali Hotel & Spa
Intan Bali Village
Maya Loka Villas
Puri Saron
The Samaya
Wana Villas & Beach Resort

Bintang Tiga
Bali Agung Village
Bali Mistique
Bali Rich Luxury Villa (ex Villa Kendil)
Pelangi Bali Hotel
Puri Madawi
Putu Bali Villa & Spa
Seminyak Suites
Taman Rosani Hotel
The Umalas Resort
Taman Ayu Cottage
Vila Lumbung Hotel

Bintang Dua
Puri Dewa Bharata Hotel & Villas

Melati Tiga dan Dua
Ananda Boutique Resort & Spa
Sarinande Beach Inn
Seminyak Paradiso
Wisma Bima
Wisma Bima Cottage

Hotel di Canggu

Bintang Empat
Tugu Hotel
Legong Keraton
Villa Fare Ti'i

Hotel di Sanur

Hotel Bintang Lima
Bali Hyatt
Inna Grand Bali Beach
Sanur Beach Hotel

Hotel Bintang Empat & Tiga
Diwangkara
Gazebo Cottage
Griya Santrian
Inna Natour Sindhu
Mentari Sanur
Parigata Resort & Villas Group
Puri Dalem
Puri Santrian
Mercure Resort Sanur Bali
Sanur Paradise Plaza Suites
Sanur Paradise Plaza Hotel
Sativa Sanur
Segara Village Hotel
Tanjung Sari

Hotel di Nusa Dua

Hotel Bintang Lima
Amanusa
Ayodya Resort & Spa
Bali inter Continental
Bali Cliff Resort
Bvlgari
Four Season Resort
Grand Hyatt Bali
Melia Bali Sol
Nikko Bali
Nusa Dua Beach Hotel
Inna Putri Bali Hotel
The Laguna
The Ayana
The Westin

Hotel Bintang Empat & Tiga
Bale Bali
Bali Desa Suites
Goodway Hotels & Resort
Bualu Hotel
Century Benoa Resort
Club Med
Sari Segara Resort
Sonni Puteri Galeria Bali
Swiss Bell
Vila Bintang
Vila Sekar Nusa

Hotel di LEGIAN

Bintang Lima
Padma Hotel Bali

Bintang Empat
Alam Kul Kul Boutique Resort
Jayakarta Beach Resort & Spa

Bintang Tiga
Adi Dharma Cottages
All Seasons Resort Legian
Bali Niksoma
Bali Mandira
Casa Padma Suites
Grand Istana Rama Hotel
Hotel Club Bali Residence
Kumala Pantai
Kuta Lagoon Resort
Legian Beach Hotel
The Lokha Legian
Rama Garden Hotel
White Rose Hotel

Bintang Dua
Bali Sorgawi Hotel
Barong Kuta Hotel
Champlung Mas Hotel
Dewi Sri Cottages
Legian Paradiso Hotel
Samsara Hotel & Spa
Puri Raja Beach Hotel
Saphir Mabisa Inn

Hotel Bintang Satu
Sayang Maha Mertha Hotel

Melati Tiga
Bali Sorgawi Hotel
Legian Express Hotel
Restu Bali Hotel
Kuta Bungalows
Loji Garden Hotel
Matahari Bungalow
Puri Etnik Hotel
Puri Wisata Bungalows
Vilarisi Hotel
Adika Sari Bungalows
Baleka Beach Resort
Suriwathi Beach Hotel
Sinar Bali
Bruna Beach Hotel
Kumala Hotel
Kusnadi Hotel
Legian Vilage Hotel
Sing Ken Ken Hotel
Sri Kusuma Hotel

Melati Dua
Bamboo Bed & Breakfast
Aquarius Star Hotel
Sinar Bali

Hotel di Ubud

Hotel Bintang Lima
Amandari
Four Season Resort Sayan
Kamandalu Resort & Spa
Maya Ubud Resort
Puri Wulandari

Hotel Bintang Empat & Tiga
Arma Resort
Begawan Girl Astate
Cahaya Dewata Resort
Camplung Sari
Ibah Luxury Villas
Komaneka
Lorin Vila Resort Saba Bai
Natura Resort & Spa
Pertiwi Bungalow
Pita Maha Hotel
Royal Pitamaha
The Chedi
Tjampuhan Hotel

Hotel Bintang Dua
Garden View Cottage Hotel
Puri Dalem Cottages Hotel

Melati Tiga
Ulun Carik
Warsa
Yulia

Hotel di Singaraja

Hotel Bintang Lima
Matahari Beach Resort

Hotel Bintang Empat & Tiga
Aneka Bagus Resort & Spa
Damai Hotel
Mimpi Resort
Melka Excelsior Hotel

Hotel di CANDIDASA & TULAMBEN

Alila Manggis
Puri Bagus Candidasa Hotel Bali
Rama Candidasa Resort & Spa
The Nirwana Resort & Spa
Alam Asmara Dive Resort
Amankila Resort
Candi Beach Cottage Hotel Bali
Water Garden Cottages Hotel
Kubu Bali Resort
Hotel Indra Udhyana
Park Resort Candidasa
Kelapa Mas Homestay
Pondok Bambu Bungalow Candidasa
Puri Pudak Bungalow
Mimpi Resort Tulamben hotel Bali