Thursday, May 26, 2011

Perang Kusamba dan Heroisme Dewa Agung Istri Kania*

Memperingati 152 tahun Perang Kusamba, pada Rabu, 25 Mei 2011 lalu Kelompok Budaya “Hanacaraka” menyelanggarakan sebuah seminar tentang heroisme dan semangat mempertahankan harga diri yang terpancar dari perlawanan rakyat Klungkung di bawah kendali seorang raja perempuan bernama Dewa Agung Istri Kania. Kelompok Budaya "Hanacaraka" adalah sebuah kelompok yang merangkum para pecinta, pemerhati dan pelaku budaya Bali dan bermarkas di Puri Agung Smarapura, Klungkung.

Berikut ini sekelumit catatan tentang Perang Kusamba yang diseminarkan itu
.

-----

Setelah berhasil menguasai Buleleng di Bali utara, Belanda melanjutkan serangan ke kerajaan-kerajaan di Bali selatan. Mayor Jendral Michiels setelah mendapat persetujuan dari Batavia, memutuskan untuk melanjutkan agresinya ke kerajaan Klungkung. Serangan ini sebagai hukuman atas pembangkangan kerajaan tersebut terhadap Pemerintah Belanda.

Sebelum fajar tiba, pada tangal 24 Mei 1849, Pasukan Belanda bergerak menyerang Kusamba melewati daerah perbukitan di perbatasan kerajaan Klungkung dan Karangasem. Pasukan Belanda didukung oleh sekitar 790 serdadu darat dan laut. Ditambah pasukan pembantu (kuli-kuli pengangkut) dari Madura, jumlah seluruh pasukan personel hamper 1200 orang.

Serbuan pasukan besar yang berpangkalan di Padang Cove (kini Padangbai) itu menyebabkan Puri Kusamba, gerbang timur Kerajaan Klungkung, langsung takluk. Namun, karena belum memiliki data dan peta pasti mengenai Kerajaan Klungkung, sang Jenderal memutuskan bermalam di Kusamba guna mengatur strategi menggempur kerajaan Klungkung keesokan harinya.

Namun tak dinyana, sebelum sempat berkemas menuju Klungkung, 25 Mei 1849 pukul tiga dini hari, Prajurit Pamating, laskar berani mati Kerajaan Klungkung tiba-tiba menyerang pasukan Belanda yang tengah mabuk kemenangan. Adalah Dewa Agung Istri Kanya, Raja Klungkung yang memerintahkan Prajurit Pamating menyerbu untuk merebut kembali Kusamba.

Di tengah gulita, pasukan Belanda yang belum mengenali situasi Puri Kusamba yang dijadikan markas gelagapan dan kalang kabut menghadapi serbuan mendadak Prajurit Pamating. Dalam keadaan panik, pasukan Belanda terpaksa menggunakan peluru cahaya (lichtkogel), sesuatu yang justru membuat prajurit pamating mudah mengenali musuh. Di tengah hiruk pikuk itu I Seliksik, senapan laras panjang pusaka Klungkung ditembakkan. Senapan ini dimitoskan bisa mencari sendiri sasarannya, layaknya peluru kendali. Benar saja, peluru yang dimuntahkan oleh I Seliksik menembus paha kanan Jenderal Michiels.

Sang Jenderal tumbang dengan lumuran darah di sebagian tubuhnya. Melihat kondisinya, perwira kesehatan menganjurkan agar kakinya diamputasi. Tapi panglima perang yang dikelan garang itu menolak. Ia minta dirawat di kapal komando di Padang Cove. Namun darah mengalir begitu deras dari lukanya membuat kondisi tubuhnya terus memburuk. Jelang tengah malam, 25 Mei 1849, sang Jenderal pun menutup riwayatnya. Dua hari kemudian jasad bekas Gubernur Militer dan Sipil di Sumatra Barat yang sebelumnya gemilang di tujuh pertempuran besar di Nusantara itu, dikirim ke Batavia dengan kapal perang Etna.

Kepergian Jenderal Michiels membuat moral pasukan Belanda runtuh. Beberapa perwira luput dari kawalan dan mendapat celaka. Satu di antara mereka yang menyusul Jenderal Michiels adalah Kapten H Everste.

Untuk menggatikan Michiels, Letkol van Swieten mengambil alih komado. Dialah perwira tertua dalam pasukan Belanda saat itu. Di bawah perintahnya, pasukan Belanda berhasil memaksa mundur laskar Kusamba. Mereka menarik diri ke Klungkung. Sebagian lagi bertahan di desa-desa di sekitar Kusamba.

Dalam keadaan yang tidak terlalu menguntungkan, van Swieten mengubah strategi. Sembari menarik mundur pasukannya ke Padang Cove, dia mengirimkan sinyal hendak mengadakan perundingan dengan Raja Klungkung. Dia tak mau bertahan di Kusamba untuk menghindari serangan balik yang tiba-tiba dari Laskar Klungkung. Terutama karena ia mendengar pasukan di bawah Komando Dewa Agung Istri kanya itu bisa bergerak cepat dan berperang dengan taktik bumi hangus.

Melihat Kusamba hanya dijaga pasukan terbatas, Raja Dewa Agung Istri Kanya beserta Adipati Dewa Agung Ketut Agung memerintahkan serangan balik ke Kusamba. Dalam waktu tak terlalu lama pelabuhan utama Klungkung itu pun direbut kembali. Pasukan di kapal-kapal Belanda yang disiagakan di Pantai Goa Lawah tak sanggup menahan gempuran laskar Kusamba.

Van Swieten geram. Lewat utusan Gusti Gede Rai, pemimpin laskar Lombok yang bersekutu dengan Belanda, dia menyurati Raja Klungkung dengan ancaman: bila dalam waktu delapan hari Kusamba tidak diserahkan kepada Belanda, Kusamba bakal diserbu kembali. Tidak hanya Kusamba, Ibu Kota Klungkung pun akan ia luluh-lantakkan. Dalam suratnya, Van Swieten menyatakan bahwa Klungkung telah melanggar kehendak perdamaian yang bakal digelar 2 Juni 1849, yang juga akan dihadiri pihak Raja Gianyar dan Mengwi.

Membaca surat Van Swieten, Dewa Agung Istri kanya amat tersinggung. Lewat surat 9 Juni 1849 yang ditandatangani Adipati Dewa Agung Ketut Agung, Raja Klungkung itu berbalik menolak perundingan. Baginya, dengan suratnya Van Swieten telah menghina Raja Klungkung yang berdaulat atas wilayahnya. Menurut Istri Kanya pula, van Swieten telah berlaku amat tak sopan meminta raja sahabat mendatangi perundingan dengan Belanda. Seharusnya, menurut Istri Kanya, bila memang berniat bersahabat, van Swieten-lah yang semestinya datang menghadap dan meminta maaf, sebab telah menyerang dan menghacurkan Kusamba.

Setelah mengirimkan surat, Dewa Agung Istri Kania memerintahkan agar Kusamba dijaga lebih ketat lagi. Penjagaan sudah harus dilakukan dari kawasan Goa Lawah, sekitar lima kilometer di timur Kusamba.

Mendapati penolakan itu, Belanda yang telah menambahkan bala bantuan dan perlengkapan perang, memberangkatkan 3000 tentara dari Padang Cove. Pasukan itu dilengkapi 130-140 ribu peluru dan persediaan makanan sebanyak tujuh sampan. Bersama Pasukan Belanda itu turut pula laskar Lombok.

Dengan kekuatan sebesar itu penjagaan ketat atas Kusamba langsung jebol. Pada 10 Juni 1849, pukul 10 pagi, Kusamba yang dijaga 3000 prajurit bersenjata keris dan tombak, jatuh lagi ke tangan Belanda. Begitu berjaya, van Swieten berniat meneruskan serangan ke Klungkung. Ia ingin mewujudkan ancamannya kepada Dewa Agung Istri Kania yang dianggpan sangat keras kepala. Sebentar lagi, Kerajaan Klungkung akan ia ratakan dengan tanah.

Namun, pada saat itu genting itu, seorang pebisnis sekaligus petualang dan agen Belanda yang dekat dan dipercaya banyak kalangan petinggi kerajaan di Bali, Mads Lange, menemui van Swieten di Kusamba. Dia meminta komandan pasukan Belanda itu mengurungkan niatnya menyerang Klungkung karena di Klungkung saat itu telah ada 16 ribu laskar Tabanan dan Badung.

Entah gentar atau berhitung untung-rugi, van Swieten mendengar bujukan Lange. Ia mengurungkan niatnya untuk menyerbu Klungkung saat itu. Ia memilih bercokol di Kusamba sembari menunggu Kerajaan Klungkung lengah. Keputusan ini menunda kekalahan Kerajaan Klungkung lebih dari setengah abad lamanya. Seperti tercatat dalam sejarah, baru pada 1908 Belanda benar-benar berhasil menundukkan Kerajaan Klungkung sekaligus mengukuhkan hegemoninya atas kerajaan-kerajaan yang ada di Bali.

Catatan:
*Tulisan ini dirangkum dari berbagai sumber.
*Foto di atas adalah suasana seminar dengan pemakalah tunggal Prof. A.A.Bagus Wirawan. Foto tersebut dibuat oleh Made Widnyana Sudibia.

2 comments:

android September 24, 2011 at 10:39 PM  

kisahnya menarik sekali..

Anonymous,  March 29, 2013 at 7:05 AM  

Terharu dan terinspirasi dengan kepahlawanan leluhur kami, Ida I Dewa Agung Istri Kanya.

Terimakasih tulisannya,
Dewa Agung.

Hotel di Kuta

Apartemen & Kondotel
Benit Apartement
Umalas Residence

Hotel Bintang Lima
Hard Rock Hotel
Patra Resort & Villas Bali

Hotel Bintang Empat
Kuta Beach Club Hotel
Inna Kuta Beach Hotel
Mercure Kuta Hotel
Novus Bali Villa
Kuta Seaview Cottages
Ramayana Resort & Spa
The Rani Hotel & Spa
Wina Holiday Villa Kuta

Hotel Bintang Tiga
Adi Dharma Hotel
Aneka Kuta Wisata
Bali Garden Beach Resort
Harris Resort Kuta
The Bounty Hotel
Yulia Beach Inn Kuta
Melasti Beach Resort & Spa
Puri Damai Cottage

Hotel Bintang Dua
Bali Anggrek
The Losari Kuta Bali
Yulia Beach Inn

Melati Tiga
Bakung Sari Hotel
Bali Summer Hotel
Indah Beach Inn
Karthi Hotel Kuta
Maharani Hotel

Melati Dua
Kodja Beach Inn Hotel
Masa Inn
Orchid Garden Cottages
La Walon Bungalows
Puri Naga Seaside
Surya Beach Inn
Lili Garden Cottages

Hotel di TUBAN (SELATAN KUTA)

Bintang Lima
Discovery Kartika Plaza Hotel
Kuta Paradiso Hotel Bali

Bintang Empat
Bali Dynasty
Kupukupu Barong Beach Resort
Ramada Bintang Resort
Santika Beach Hotel

Bintang Tiga
Bali Garden
Febri's Hotel & Spa
Green Garden Beach Resort & Spa
Palm Beach Int'l Hotel & Resort
Rama Beach Resort & Villas
Risata Resort
The Vira Bali Hotel

Hotel di Jimbaran

Bintang lima & Empat
Blue Point Bay Villas
Taman Sari Villa & Spa
Jamahal Private Resort & Spa
The Ahimsa Beach
The Balangan Private Villas
Gending Kedis Luxury Villa
Pat-Mase Villas
The Beverly Hills Bali

Bintang Tiga
Jimbaran Puri Bali
Keraton Jimbaran Resort Bali
Hotel Puri Bambu
Mimpi Resort Jimbaran
Nirmala Hotel & Resort
Sari Segara Resort
Udayana Eco-Lodge
Uluwatu Resort
Villa Puri Royan

Hotel di TANJUNG BENOA

Bintang Lima
Aston Bali & Spa
Bali Tropic
Conrad Bali Resort & Spa
Grand Mirage
Matahari Terbit Bali
Melia Benoa Bali
Novotel Benoa Bali
Paninsula Beach Resort
Puri Benoa
Puri Tanjung
Ramada Resort Benoa

Hotel di SEMINYAK

Bintang Lima
Anantara Resort
Sentosa Private Villas & Spa
Sofitel Hotel
The Elysian Bali Villas Resort
The Oberoi Bali Hotel
The Kayana Villas
The Chez Bali Villa

Bintang Empat
Mutiara Bali Boutique Resort & Villa
Villa Lalu
The Bali Dream Villa Seminyak
The Villas Bali Hotel & Spa
Intan Bali Village
Maya Loka Villas
Puri Saron
The Samaya
Wana Villas & Beach Resort

Bintang Tiga
Bali Agung Village
Bali Mistique
Bali Rich Luxury Villa (ex Villa Kendil)
Pelangi Bali Hotel
Puri Madawi
Putu Bali Villa & Spa
Seminyak Suites
Taman Rosani Hotel
The Umalas Resort
Taman Ayu Cottage
Vila Lumbung Hotel

Bintang Dua
Puri Dewa Bharata Hotel & Villas

Melati Tiga dan Dua
Ananda Boutique Resort & Spa
Sarinande Beach Inn
Seminyak Paradiso
Wisma Bima
Wisma Bima Cottage

Hotel di Canggu

Bintang Empat
Tugu Hotel
Legong Keraton
Villa Fare Ti'i

Hotel di Sanur

Hotel Bintang Lima
Bali Hyatt
Inna Grand Bali Beach
Sanur Beach Hotel

Hotel Bintang Empat & Tiga
Diwangkara
Gazebo Cottage
Griya Santrian
Inna Natour Sindhu
Mentari Sanur
Parigata Resort & Villas Group
Puri Dalem
Puri Santrian
Mercure Resort Sanur Bali
Sanur Paradise Plaza Suites
Sanur Paradise Plaza Hotel
Sativa Sanur
Segara Village Hotel
Tanjung Sari

Hotel di Nusa Dua

Hotel Bintang Lima
Amanusa
Ayodya Resort & Spa
Bali inter Continental
Bali Cliff Resort
Bvlgari
Four Season Resort
Grand Hyatt Bali
Melia Bali Sol
Nikko Bali
Nusa Dua Beach Hotel
Inna Putri Bali Hotel
The Laguna
The Ayana
The Westin

Hotel Bintang Empat & Tiga
Bale Bali
Bali Desa Suites
Goodway Hotels & Resort
Bualu Hotel
Century Benoa Resort
Club Med
Sari Segara Resort
Sonni Puteri Galeria Bali
Swiss Bell
Vila Bintang
Vila Sekar Nusa

Hotel di LEGIAN

Bintang Lima
Padma Hotel Bali

Bintang Empat
Alam Kul Kul Boutique Resort
Jayakarta Beach Resort & Spa

Bintang Tiga
Adi Dharma Cottages
All Seasons Resort Legian
Bali Niksoma
Bali Mandira
Casa Padma Suites
Grand Istana Rama Hotel
Hotel Club Bali Residence
Kumala Pantai
Kuta Lagoon Resort
Legian Beach Hotel
The Lokha Legian
Rama Garden Hotel
White Rose Hotel

Bintang Dua
Bali Sorgawi Hotel
Barong Kuta Hotel
Champlung Mas Hotel
Dewi Sri Cottages
Legian Paradiso Hotel
Samsara Hotel & Spa
Puri Raja Beach Hotel
Saphir Mabisa Inn

Hotel Bintang Satu
Sayang Maha Mertha Hotel

Melati Tiga
Bali Sorgawi Hotel
Legian Express Hotel
Restu Bali Hotel
Kuta Bungalows
Loji Garden Hotel
Matahari Bungalow
Puri Etnik Hotel
Puri Wisata Bungalows
Vilarisi Hotel
Adika Sari Bungalows
Baleka Beach Resort
Suriwathi Beach Hotel
Sinar Bali
Bruna Beach Hotel
Kumala Hotel
Kusnadi Hotel
Legian Vilage Hotel
Sing Ken Ken Hotel
Sri Kusuma Hotel

Melati Dua
Bamboo Bed & Breakfast
Aquarius Star Hotel
Sinar Bali

Hotel di Ubud

Hotel Bintang Lima
Amandari
Four Season Resort Sayan
Kamandalu Resort & Spa
Maya Ubud Resort
Puri Wulandari

Hotel Bintang Empat & Tiga
Arma Resort
Begawan Girl Astate
Cahaya Dewata Resort
Camplung Sari
Ibah Luxury Villas
Komaneka
Lorin Vila Resort Saba Bai
Natura Resort & Spa
Pertiwi Bungalow
Pita Maha Hotel
Royal Pitamaha
The Chedi
Tjampuhan Hotel

Hotel Bintang Dua
Garden View Cottage Hotel
Puri Dalem Cottages Hotel

Melati Tiga
Ulun Carik
Warsa
Yulia

Hotel di Singaraja

Hotel Bintang Lima
Matahari Beach Resort

Hotel Bintang Empat & Tiga
Aneka Bagus Resort & Spa
Damai Hotel
Mimpi Resort
Melka Excelsior Hotel

Hotel di CANDIDASA & TULAMBEN

Alila Manggis
Puri Bagus Candidasa Hotel Bali
Rama Candidasa Resort & Spa
The Nirwana Resort & Spa
Alam Asmara Dive Resort
Amankila Resort
Candi Beach Cottage Hotel Bali
Water Garden Cottages Hotel
Kubu Bali Resort
Hotel Indra Udhyana
Park Resort Candidasa
Kelapa Mas Homestay
Pondok Bambu Bungalow Candidasa
Puri Pudak Bungalow
Mimpi Resort Tulamben hotel Bali